Laporan Bacaan
Nama : Ratih Lena Dabukke
Semester : IV
Dosen :Katji,N. M.Pd.K
____________________________________________________________________________________
BAB III
KONTEKS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
DAN SETTING-SETTINGNYA
Identitas pribadi dan sosialisasi
Identitas diri/pribadi merupakan
terjemahan dari self identity yang sebetulnya terdiri dari kata “ self” dan
“identy”. Self diri/ pribadi diartikan sebagai konsep yang mencakup tiga aspek
yang saling berkaitan ari diri seseorang yakni :gambaran diri (self image)
seseorang, sistem nilai seseorang, dan pandangan dunia seseorang. Sedangkan artikan identity (identitas ) diartikan
sebagai (sameness) yang kita miliki diri kita sendiri. Kedua konsep ini sangat
berkaitan, sehingga para ahli sangat
suka menggabungkan keduanya menjadi satu konsep yang disebut “ self identity” (
identitas diri/pribadi).
Budaya dipahami sebagai cara hidup
yang terpola yang dihasilkan suatu umat ( people) dimana anggota-anggotanya
mempunyai penuntun untuk, mempercayai, dan bertindak. Kebudayaan dan budaya
diwujudkan serta ekspresikan dalam suatu sistem dalam suatu sistem
simbol-simbol, dan salah satu bentuknya yang paling dasar dan berpengaruh
adalah bahasa. Dengan memahami simbol-simbol tersebut, umat bisa mengetahui
dunia serta terlibat di dalamnya dengan tingkah laku terpola dari kebudayaan
mereka yang khusus.
Masyarakat
adalah tatanan yang terlembaga dengan pengaturan yang telah terorganisasi, yang
umat wujudkan melalui cara hidup bersama mereka. Antara budaya dan struktur
sosial masyarakat memang memiliki perbedaan, namun yang satu tidak akan ada
tanpa yang lainnya. Artinya pola-pola budaya tidak mungkin ada tanpa
struktur-struuktur sosial, lingkungan sosial kultural diartikan sebagai keseluruhan
ethos dari suatu kelompok umat yang stabil. Dengan demikian sosialisasi diartikan
sebagai proses yang terjadi dalam keseluruhan ethos tersebut yang dapat
menghasilkan identitas diri seseorang. Sosialisai merupakan proses seumur hidup
karena bagaimanapun juga manusia itu akan selalu hidup dalam hubungannya dengan
orang lain. bahwa jumlah pengaruh yang diterima seseorang dari orang lain
bervariasi sepanjang umur hidupnya. Artinya jumlah pengaruh yang diterima seseorang
waktu masih kecil berbeda dengan jumlah pengaruh yang diterimanya waktu ia
sudah dewasa. Artinya artinya semakin dewasa seseorang, semakin semakin kecil pengaruh
yang diterimanya dari orang lain. Semakin
dewasa seseorang, maka semakin kritislah dia, sehingga ia mampu untuk menyaring
pengaruh-pengaruh yang datang dari luar atau dari orang lain.
Ada beberapa konsep penting yaitu:
eksternalisasi, obyektivikasi, dan internalisaasi.
·
Eksternalisasi, manusia harus mempunyai
keharusan batiniah untuk keluar dari dirinmanusia. Untuk mengeksternalisasikan
diri sendiri, kebutuhan-kebutuhan,kekinginan, kapasitas serta
kemungkinan-kemungkinan manusia, manusia harus bersama-sama dengan orang lain
kedalam kolektivitas. Cara-cara menyatakan dan mempertahankan
pearturan-peraturan dan persetujuan tersebut.dari usaha eksternallisasi bersama
itu, maka lahirlah masyarakat dan berkembanglah budaya. Tanpa ekstenalisasi
maka tidak ada kebuidayaan dan masyarakat.
·
Eksternalisasi. Merupakan realitas
sosial yang menciptakan batasan-batasan tertentu dimana anggota-anggotanya di
harapkan bertingkah laku, jika masyarakat mau mmengatur dan mempertahankan
dirinya, maka beberapa indivindu dan kelompok harus mempunyai otoritas (
wewenang ) untuk mengaturnya demi kebaikan bersama.
·
Internalisasi, setelah mengeksternalisasikan diri sendiri
kedalam kebudayaan ddan masyarakat atau setelah nilai-nilai kebudayaan dan
masyarakat itu hidup dari dirinya
sendiri,
maka penguatan dan pembatasan–pembatasan dari dunia itu dibawa kesadaran dan
menjadi milik seseorang seseorang secara pribadi.
Setting PAK dalam Keluarga
Keluarga
merupakan setting pertama dan utama dari PAK.keluarga dikatakan sebagai setting
utama dan pertama tidak lain karena peranan orang tua dalam mengasuh anak-anaknya
adalah sangat penting. Bukan hanya yang belajar dan mengalami pertumbuhan di
dalam setting keluarga, tetapi sesungguhnya seluruh anggota keluarga dapat
saling belajar dari yang lainmelalui interaksi satu sama lain. orang tua
sendiri belajar untuk bertumbuh dalam
iman di dalam dimensi tindakan atau sikap bahkan pengetahuan.
Ada
empat hal-hal penting misalnya: landasan
teologis ( keutamaan) dalam hak dan kewajiban orang tua untuk mendidik
anak-anaknya, peranan trategis dari pendidkan orang tuaterhadap anak-anaknya
dalam keluarga, peranan gereja di
dalamnya, dan hal-hal praktis bisa dikembangkan terutama beberapa perkembangan
terakhir yaitu:
1. Landasan
teologis dari keutamaan Hak dan Kewajiban orang tua
Kewajiban
maupun Hak orang tua mendidik untuk mendidik anak-anaknya dapat dilihat secara
logis dari kepercayaan, bahwa anak-anak adalah
karunia Tuhan melalui orang tua dan ditangan orang tua lah tugas pendidikan itu diberikan. Orang tua mempunyai keutama dalam hak dan kewajiban
untuk mendidik anak-anaknya.
Aktivitas
politik adalah intervensi yang sengaja dari seseorang dengan menggunakan kuasa
( power) dalam kehidupan orang lain untuk mengarahkan kehidupan orang itu
kearah yang dikehendakinya.pendidikan mempunyai tujuan, dan pendidikan ikut
campur dalam kehidupan orang yang didiknya untuk diarahkan kepada tujuan yang
dikehendaki.
2. Peranan
yang strategis dari PAK alam setting keluarga
Ilmu-ilmu
sosial mengkalim bahwa lingkungan sosial
mempunyai pengaruh yang kuat bdalam membentuk identitas dari
seseorang.sosialisasi primer diartikan sebagai proses pembentukan identitas diri seseorang yang terjadi pada
masa kanak-kanak karena interaksinya dengan lingkungan sosial budaya. Sosialisasi
terjadi melalui observasi dan imitasi erhadap tingkah laku model sosial, dalam
hal ini orang-orang dekt. Dalam konteks keluarga, orang-orang dekat dari
anak-anak adalah orang tua mereka. Sosialisasi ini semakin efektift antara
individu yang disosialisasikan dan model sosial memiliki hubungan yang erat dan
relatif terjadi dalam waktu lama.
3. Peranan
Gereja terhadap PAK dalam Setting Keluarga
PAK
dalam setting keluarga merupakan hal yang mencakup strategis, maka gereja perlu
memberi perhatian yang serius. Sebab bagaimanapun peranan keluarga sebagai agen
PAK tidak berlaku otomatis. Artinya hal tersebut sangat tergantung pada
keluarga Kristen tersebut telah sungguh-sungguh menjalankan perananya dengan
baik sehingga ia menjadi setting yang strategis atau tidak.
a. Bagian
pendidikan orang dewasa dalam gereja, maka perlu diadakan kegiatan pembinaan
yang melengkapi orang tua dengan pemahaman tentang iman kriosten dalam berbagai
dimensi.
b. Dari
segi materi yang diberikan, perlu mencakup pengetahuan tentang perkembangan
anak sehingga iamn Keristen dapat disampaikan dengan cara yang sesuai dengan
tingkat perkembangan anak.
c. Agama
Gereja secara lokal maupun secara bersama-sama dapat menghasilkan bahan ajaran/
pendidkan untuk anak dalam keluarga. Sebab pendidikan Agama Kristen kepada anak
tidak hanya berlangsung di sekolah minggu pada hari minggu saja, tetapi juga
dalam keluarga.
4. Hal-hal
praktis yang dapat dilakukan orang tua dalam setting keluarga
Orang
tua perlu menciptakan iklim yang biasanya disebut “home”bagi anak-anaknya
dimana ada kehangatan dan kasih serta penerimaan terhadap anak-anaknya
sebagaimana adanya. Menolong anak mengembangkan suatu sikap percaya
lingkungannya dan untuk memudahkan untuk percaya bahwa Tuhan itu mahakasih. Dengan
hali ini memberikan perhatian terhadap anak, misalnya memenuhi kebutuhannya
akan material maupun sosial dan psikologis.
Orang tua perlummenjadi model yang dapat dicointoh dalam tingkah laku
yang sesuai dengan nilai-nilai kristen, baik dalam perlakuan tehadap sesama
anggota keluarga maupun terhadap orang lain yang dapat dialami dan diamati sang
anak-anak. Secara bersama-sama melakukan ibadah keluarga dengan membaca
Alkitab, berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan.
Setting PAK dalam Jemaat
Pembahasan
kita akan lebih banyak dipusatkan pada
jemaat lokal, karena disanalah usaha PAK
berjalan dalam basis yang rutin setiap minggu bahkan tiap hari.tugas
pendidikan merupakan mandat Tuhan Yesus sendiri bahkan hanya kepada murid-murid
secara individual, tetapi juga persekutuan orang percaya secara bersama-sama
yang kita sebut gereja. Di mana konsep gereja sebagai Tuhan Kristus terjadi banyak
hal termasuk tugas pendidikan yang memungkinkan pertumbuhan anggota secara
pribadi tetapi pertumbuhan jemaat secara bersama-sama. Katekisasi merupakan
bentuk lain dari PAK dalam setting PAK.bentuk ini sangat penting khusus bagi
yang di sidi atau baptis dewasa memang kurikulumnya sangat terbatas karena
hanya membahas pokok-pokok yang fundamental saja dari iman dan kehidupan
Kristen. Sayangnya orang Kristen banyak menganggap bahwa jika telah selesai kita
sendiriengikuti katekisasi dan sudah baptis atau sidi, maka selesai pula proses
belajar tentang iman Kristen.
Tujuan
utamanya bukan pendidikan tetapi imengandung didalamnya unsur pendidikan dan
pengajaran. Seperti ibadah minggu sangat banyak mengandung unsur pendidikannya
baik dalam rangkaian liturgi maupun khotbahnya, hal-hal terszwebut diatasblebih
bersifat rutin, banyak kegiatan yang sifatnyaperiodik atau insedensial seperti
program retreat untuk berbagai kelompok, seminar, ceramah, loka karya, dan
lain-lain.
KESIMPULAN
Identitas
diri/pribadi merupakan terjemahan dari self identity yang sebetulnya terdiri
dari kata “ self” dan “identy”. Self diri/ pribadi diartikan sebagai konsep
yang mencakup tiga aspek yang saling berkaitan ari diri seseorang yakni :
gambaran diri ( self image) seseorang, sistem nilai seseorang, dan pandangan
dunia seseorang. Sedangkan artikan
identity (identitas ) diartikan sebagai (sameness) yang kita miliki diri kita
sendiriengikuti katekisasi dan sudah baptis atau sidi, maka selesai pula proses
belajar tentang iman Kristen.