Jumat, 15 Maret 2013

Laporan Bacaan


                                                                    Laporan Bacaan

Nama          : Ratih Lena Dabukke
Semester     : IV
Dosen          :Katji,N. M.Pd.K
____________________________________________________________________________________
 BAB III
KONTEKS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN SETTING-SETTINGNYA
Identitas pribadi dan sosialisasi
            Identitas diri/pribadi merupakan terjemahan dari self identity yang sebetulnya terdiri dari kata “ self” dan “identy”. Self diri/ pribadi diartikan sebagai konsep yang mencakup tiga aspek yang saling berkaitan ari diri seseorang yakni :gambaran diri (self image) seseorang, sistem nilai seseorang, dan pandangan dunia seseorang. Sedangkan  artikan identity (identitas ) diartikan sebagai (sameness) yang kita miliki diri kita sendiri. Kedua konsep ini sangat berkaitan,  sehingga para ahli sangat suka menggabungkan keduanya menjadi satu konsep yang disebut “ self identity” ( identitas diri/pribadi).
            Budaya dipahami sebagai cara hidup yang terpola yang dihasilkan suatu umat ( people) dimana anggota-anggotanya mempunyai penuntun untuk, mempercayai, dan bertindak. Kebudayaan dan budaya diwujudkan serta ekspresikan dalam suatu sistem dalam suatu sistem simbol-simbol, dan salah satu bentuknya yang paling dasar dan berpengaruh adalah bahasa. Dengan memahami simbol-simbol tersebut, umat bisa mengetahui dunia serta terlibat di dalamnya dengan tingkah laku terpola dari kebudayaan mereka yang khusus.
Masyarakat adalah tatanan yang terlembaga dengan pengaturan yang telah terorganisasi, yang umat wujudkan melalui cara hidup bersama mereka. Antara budaya dan struktur sosial masyarakat memang memiliki perbedaan, namun yang satu tidak akan ada tanpa yang lainnya. Artinya pola-pola budaya tidak mungkin ada tanpa struktur-struuktur sosial, lingkungan sosial kultural diartikan sebagai keseluruhan ethos dari suatu kelompok umat yang stabil. Dengan demikian sosialisasi diartikan sebagai proses yang terjadi dalam keseluruhan ethos tersebut yang dapat menghasilkan identitas diri seseorang. Sosialisai merupakan proses seumur hidup karena bagaimanapun juga manusia itu akan selalu hidup dalam hubungannya dengan orang lain. bahwa jumlah pengaruh yang diterima seseorang dari orang lain bervariasi sepanjang umur hidupnya. Artinya jumlah pengaruh yang diterima seseorang waktu masih kecil berbeda dengan jumlah pengaruh yang diterimanya waktu ia sudah dewasa. Artinya artinya semakin dewasa seseorang, semakin semakin kecil pengaruh yang diterimanya  dari orang lain. Semakin dewasa seseorang, maka semakin kritislah dia, sehingga ia mampu untuk menyaring pengaruh-pengaruh yang datang dari luar atau dari orang lain.
Ada  beberapa konsep penting yaitu: eksternalisasi, obyektivikasi, dan internalisaasi.
·         Eksternalisasi, manusia harus mempunyai keharusan batiniah untuk keluar dari dirinmanusia. Untuk mengeksternalisasikan diri sendiri, kebutuhan-kebutuhan,kekinginan, kapasitas serta kemungkinan-kemungkinan manusia, manusia harus bersama-sama dengan orang lain kedalam kolektivitas. Cara-cara menyatakan dan mempertahankan pearturan-peraturan dan persetujuan tersebut.dari usaha eksternallisasi bersama itu, maka lahirlah masyarakat dan berkembanglah budaya. Tanpa ekstenalisasi maka tidak ada kebuidayaan dan masyarakat.
·         Eksternalisasi. Merupakan realitas sosial yang menciptakan batasan-batasan tertentu dimana anggota-anggotanya di harapkan bertingkah laku, jika masyarakat mau mmengatur dan mempertahankan dirinya, maka beberapa indivindu dan kelompok harus mempunyai otoritas ( wewenang ) untuk mengaturnya demi kebaikan bersama.
·         Internalisasi,  setelah mengeksternalisasikan diri sendiri kedalam kebudayaan ddan masyarakat atau setelah nilai-nilai kebudayaan dan masyarakat itu hidup dari dirinya

sendiri, maka penguatan dan pembatasan–pembatasan dari dunia itu dibawa kesadaran dan menjadi milik seseorang seseorang secara pribadi.




Setting PAK dalam Keluarga
Keluarga merupakan setting pertama dan utama dari PAK.keluarga dikatakan sebagai setting utama dan pertama tidak lain karena peranan orang tua dalam mengasuh anak-anaknya adalah sangat penting. Bukan hanya yang belajar dan mengalami pertumbuhan di dalam setting keluarga, tetapi sesungguhnya seluruh anggota keluarga dapat saling belajar dari yang lainmelalui interaksi satu sama lain. orang tua sendiri belajar  untuk bertumbuh dalam iman di dalam dimensi tindakan atau sikap bahkan pengetahuan.
Ada empat hal-hal penting misalnya:  landasan teologis ( keutamaan) dalam hak dan kewajiban orang tua untuk mendidik anak-anaknya, peranan trategis dari pendidkan orang tuaterhadap anak-anaknya dalam keluarga, peranan  gereja di dalamnya, dan hal-hal praktis bisa dikembangkan terutama beberapa perkembangan terakhir yaitu:
1.      Landasan teologis dari keutamaan Hak dan Kewajiban orang tua
Kewajiban maupun Hak orang tua mendidik untuk mendidik anak-anaknya dapat dilihat secara logis dari kepercayaan, bahwa anak-anak adalah  karunia Tuhan melalui orang tua dan ditangan orang tua lah  tugas pendidikan itu diberikan. Orang tua  mempunyai keutama dalam hak dan kewajiban untuk mendidik anak-anaknya.
Aktivitas politik adalah intervensi yang sengaja dari seseorang dengan menggunakan kuasa ( power) dalam kehidupan orang lain untuk mengarahkan kehidupan orang itu kearah yang dikehendakinya.pendidikan mempunyai tujuan, dan pendidikan ikut campur dalam kehidupan orang yang didiknya untuk diarahkan kepada tujuan yang dikehendaki.
2.      Peranan yang strategis dari PAK alam setting keluarga
Ilmu-ilmu sosial  mengkalim bahwa lingkungan sosial mempunyai pengaruh yang kuat bdalam membentuk identitas dari seseorang.sosialisasi primer diartikan sebagai proses pembentukan  identitas diri seseorang yang terjadi pada masa kanak-kanak karena interaksinya dengan lingkungan sosial budaya. Sosialisasi terjadi melalui observasi dan imitasi erhadap tingkah laku model sosial, dalam hal ini orang-orang dekt. Dalam konteks keluarga, orang-orang dekat dari anak-anak adalah orang tua mereka. Sosialisasi ini semakin efektift antara individu yang disosialisasikan dan model sosial memiliki hubungan yang erat dan relatif   terjadi dalam waktu lama.
3.      Peranan Gereja terhadap PAK dalam Setting Keluarga
PAK dalam setting keluarga merupakan hal yang mencakup strategis, maka gereja perlu memberi perhatian yang serius. Sebab bagaimanapun peranan keluarga sebagai agen PAK tidak berlaku otomatis. Artinya hal tersebut sangat tergantung pada keluarga Kristen tersebut telah sungguh-sungguh menjalankan perananya dengan baik sehingga ia menjadi setting yang strategis atau tidak.
a.       Bagian pendidikan orang dewasa dalam gereja, maka perlu diadakan kegiatan pembinaan yang melengkapi orang tua dengan pemahaman tentang iman kriosten dalam berbagai dimensi.
b.      Dari segi materi yang diberikan, perlu mencakup pengetahuan tentang perkembangan anak sehingga iamn Keristen dapat disampaikan dengan cara yang sesuai dengan tingkat  perkembangan anak.
c.       Agama Gereja secara lokal maupun secara bersama-sama dapat menghasilkan bahan ajaran/ pendidkan untuk anak dalam keluarga. Sebab pendidikan Agama Kristen kepada anak tidak hanya berlangsung di sekolah minggu pada hari minggu saja, tetapi juga dalam keluarga.
4.      Hal-hal praktis yang dapat dilakukan orang tua dalam setting keluarga
Orang tua perlu menciptakan iklim yang biasanya disebut “home”bagi anak-anaknya dimana ada kehangatan dan kasih serta penerimaan terhadap anak-anaknya sebagaimana adanya. Menolong anak mengembangkan suatu sikap percaya lingkungannya dan untuk memudahkan untuk percaya bahwa Tuhan itu mahakasih. Dengan hali ini memberikan perhatian terhadap anak, misalnya memenuhi kebutuhannya akan material maupun sosial dan psikologis.  Orang tua perlummenjadi model yang dapat dicointoh dalam tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai kristen, baik dalam perlakuan tehadap sesama anggota keluarga maupun terhadap orang lain yang dapat dialami dan diamati sang anak-anak. Secara bersama-sama melakukan ibadah keluarga dengan membaca Alkitab, berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan.







Setting PAK dalam Jemaat
Pembahasan kita akan lebih banyak dipusatkan  pada jemaat lokal, karena disanalah usaha PAK  berjalan dalam basis yang rutin setiap minggu bahkan tiap hari.tugas pendidikan merupakan mandat Tuhan Yesus sendiri bahkan hanya kepada murid-murid secara individual, tetapi juga persekutuan orang percaya secara bersama-sama yang kita sebut gereja. Di mana konsep gereja sebagai Tuhan Kristus terjadi banyak hal termasuk tugas pendidikan yang memungkinkan pertumbuhan anggota secara pribadi tetapi pertumbuhan jemaat secara bersama-sama. Katekisasi merupakan bentuk lain dari PAK dalam setting PAK.bentuk ini sangat penting khusus bagi yang di sidi atau baptis dewasa memang kurikulumnya sangat terbatas karena hanya membahas pokok-pokok yang fundamental saja dari iman dan kehidupan Kristen. Sayangnya orang Kristen banyak menganggap bahwa jika telah selesai kita sendiriengikuti katekisasi dan sudah baptis atau sidi, maka selesai pula proses belajar tentang iman Kristen.
Tujuan utamanya bukan pendidikan tetapi imengandung didalamnya unsur pendidikan dan pengajaran. Seperti ibadah minggu sangat banyak mengandung unsur pendidikannya baik dalam rangkaian liturgi maupun khotbahnya, hal-hal terszwebut diatasblebih bersifat rutin, banyak kegiatan yang sifatnyaperiodik atau insedensial seperti program retreat untuk berbagai kelompok, seminar, ceramah, loka karya, dan lain-lain.

KESIMPULAN
Identitas diri/pribadi merupakan terjemahan dari self identity yang sebetulnya terdiri dari kata “ self” dan “identy”. Self diri/ pribadi diartikan sebagai konsep yang mencakup tiga aspek yang saling berkaitan ari diri seseorang yakni : gambaran diri ( self image) seseorang, sistem nilai seseorang, dan pandangan dunia seseorang. Sedangkan  artikan identity (identitas ) diartikan sebagai (sameness) yang kita miliki diri kita sendiriengikuti katekisasi dan sudah baptis atau sidi, maka selesai pula proses belajar tentang iman Kristen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar